Rabu, 24 April 2013
Hari ini aku bangun jam 9, lagi.
Yah memang, tiga hari ini anak anak kelas 9 SMP mengadakan ujian nasional yang sepertinya bakalan sangat sulit dengan 20 paket yang tersedia. Kasihan kakakku.
Tapi dengan begitu, ada empat hari libur untuk bersenang senang, dan hari ini adalah hari ketiga.
Jam sepuluh tadi, Fani mengirimiku sebuah pesan via FacebookMessage, katanya aku diundang ke rumahnya, sekadar main.
Aku bangun dari kursi komputer kemudian mandi dan sarapan. (Sebelum memulai kegiatan biasanya aku nengkok pemberitahuan facebook dan blog ku haha, cewek nakal.)
Pakai topi dan jaket, itulah yang aku lakukan sebelum bersepeda ke rumah fani. Hari diluar sangatlah panas, sepertinya musim hujan hampir usai. Tapi aku tak peduli.
Sesampainya dirumah Fani, seperti biasa, ia mengajakku main komputer. Yuhu, komputer lagi.
Aku selingkuh dengan komputernya fani, duh kasian komputerku dirumah.
Fani mengambil sebuah kaset bertuliskan Atlantic di atas meja riasnya. Dia bilang itu kaset pinjaman dari Atlantic, judulnya Harry Potter and The Goblet of Fire.
Sudah puluhan kali aku menonton film ini, tapi aku tetap menyukainya. Yoho, potterheads.
Cedric tampak sangat cuakep disana, pipinya merah, dan postur tubuhnya tinggi.
Tapi belum sampai filmnya habis, aku pamit pulang, karena hari tiba tiba mendung. Dasar langit labil.
Sampai dirumah, aku langsung main Cafeland, buka komputer gitu deh.
Dan akhirnya pembantuku yang ramah tamah menyuruhku melakukan sesuatu yang bisa menggerakkan tubuhku, apa saja. Aku pikir sejenak. Sebelum berpacaran dengan komputer aku suka berkebun, menanam bunga, sayuran. Dan sepertinya tanamanku yang dulu aku tanam sudah tak terurus lagi, sudah menjadi pupuk di tanah. Hahaha. Tapi aku mencobanya lagi, karena itulah satu satunya kegiatan berkeringat yang aku sukai, walaupun tidak terlalu saat ini.
Aku membuka gudang lamaku dan mengambil satu kresek besar. Aku ingat dulu papa beliin aku sekresek biji bijian, mulai dari cabe, kacang buncir, kacang panjang, terong, kangkung, bayem, baaahh macem macem deh. Dan sekarang sudah ditutupi abu, hehehe, kasian papa.
Aku ambil tanaman kesukaanku, dulu. Kacang buncis. Aku mengambil gelas bening kosong di dapur dan kuisikan tissue basah, dan enam biji sekaligus aku taruh disana. Dan jadinya seperti ini ....
Dan inilah hari pertamanya, benih kacang buncis telah tumbuh. Aku janji sama diriku sendiri, aku bakal ngerawat benih ini, sampai ia menjadi berbuah.
Blog ini adalah sebuah jurnal untuknya, aku berniat untuk menulis semua kegiatanku selama buncis ini hidup.


0 komentar:
Posting Komentar